Sabtu, 31 Desember 2011

Apresiasi Prosa Fiksi


Nama :   Ahmad Fauzan
NIM    :   2222101740
Kelas   :   3D

*      Judul Cerpen        :     Marmut Merah Jambu
*      Pengarang             :     Raditya Dika Nasution


MMJ (Marmut Merah Jambu) merupakan buku kelima dari Raditya Dika Nasution yang akrab dipanggil Radith (lahir di Jakarta, 28 Desember 1984). Buku MMJ (Marmut Merah Jambu) ini bertemakan tentang pahit manisnya percintaan. Dia menggabungkan cinta dengan komedi dalam penulisannya. Radith hadir dengan genre baru dan berbeda dari penulis sebelumnya. Yang membuat dia berbeda adalah dia selalu menggunakan nama binatang pada setiap novelnya. Kambing Jantan, adalah novel pertamanya dilanjut dengan Cinta BrontosaurusRadikus Makan KakusBabi Ngesot.

Radith merupakan sulung dari lima bersaudara, Yuditha, Ingga-Inggi (kembar), Edgar merupakan adiknya. Radith memasukkan nama mereka ke dalam buku MMJ-nya sebagai tokoh-tokoh sebagaimana aslinya. Karena MMJ ini merupakan kisah nyata catatan percintaanya dan sekitarnya. Mengapa dikatakan demikian, karena pada bagian Pengantar Penulis Radith menuliskan “Oh ya, beberapa nama di buku ini disamar, tetapi tempatnya semuanya benar.” itu yang membuat pembaca mengerti bahwa buku MMJ merupakan kisah nyata si penulisnya apalagi tokoh utama dalam buku ini merupakan penulisnya sendiri, Radith.

Saya suka dengan cerpen ini, bacaannya seru banget membuat pembaca tertawa terbahak-bakah dan lupa akan semuah, isi ceritanya bagus banget membangun sekali buat pembaca, terutama yang berbau cinta seorang anak remaja yang ingin mendapatkan wanita pujaan hatinya, apalagi yang sedang jatuh cinta dan yang lagi marahan sama pasangannya. cerpen ini membuat saya semangat untuk membacanya serta tidak membuat saya jenuh, pembaca bisa mengambil hikmah percintaan yang pengarang alami. Isi cerpennya saja menarik banget apalagi flemnya yang belum dibuat. Mungkin cerpen ini adalah solusi buat para remaja zaman sekarang bagaimana mengahadapi pasanganya masing-masing dan bagaimana cara seorang remaja yang ingin mendapatkan seorang wanita pujaanya dengan kegombalan yang baik dan benar.

Secara garis besar, cerpen ini soal cinta dan bagaimana memahami apa itu cinta melalui intropeksi kedalam pengalaman-pengalaman si pengarang, tentu saja dengan gaya komedi. MMJ dimulai dari kehidupan Radith waktu ia duduk di bangku SMP, ia menuliskan SMP Tarakanita dalam buku ini yang juga merupakan SMP sebenarnya seorang Raditya Dika. Dia menceritakan bagaimana dia dan sahabatnya yang mencintai seorang wanita dengan diam-diam, penceritaan yang disampaikan begitu konyol membuat pembaca menjadi tertawa geli ketika membaca bagian-bagian yang disampaikan dengan banyolankhas seorang Raditya Dika, seperti diketahui sebelumnya Radit dikenal sebagai sosok penulis yang khas dengan komedi,banyolan, humor yang cablak, sehingga tak heran kalau didalam cerpennya ini kita akan menemukan ungkapannya yang cablak.

Dalam cerpen ini juga menggunakan latar tempat, lebih tepatnya daerah Jakarta Selatan sering dituliskan di novel ini seperti Kemang, Pondok Indah Mall, McD, dan lain sebagainya, dikarenakan tempat tinggal Radith yang berada di Jakarta Selatan tepatnya di Cikatomas, Kebayoran. Walaupun tempat tinggal Radith memang tidak disebutkan dalam cerpen ini.

Cerpen MMJ (Marmut Merah Jambu) mengangkat tema keadaan percintaan remaja yang cukup menarik. Tema percintaan yang kental, yang berisi gambaran kondisi si pengarang ketika mengalami yang namanya jatuh cinta yang cukup sulit dirasakan oleh pengarang. semangat pengarang yang sangat kuat untuk mendapatkan cintanya. Dan alur yang di pakai menggunakan alur maju dan mundur karena membahas yang sudah pengarang alami. Bahasanya gaul abisss dan gokil bangeeet benar-benar anak remaja. cerpen ini mewakili kehidupan remaja zaman sekarang. Kisah ketegaran, kesabaran, dan kerja keras untuk mendapatkan cinta yang abadi, kemauan kuat dan kesungguhan untuk berjuang demi wanita yang di cintai.

Karena Radith merupakan remaja jadi gaya penulisannya adalah bahasa remaja sekarang yang lebih sering disebut dengan bahasa gaul, begitupun pesan-pesan yang disampaikannya di setiap akhir bagian dari setiap babnya. Apa yang disampaikan Radith dalam buku MMJ (Marmut Merah Jambu) merupakan penceritaan kembali tentang apa yang dialami dalam hidupnya. Radith yang menampilkan watak dirinya apa adanya dalam cerpen ini. Meskipun bahasa yang digunakan dalam cerpen ini adalah bahasa lisan bukan bahasa tulisan, Radith mampu menghadirkan inovasi baru dari beberapa penulisnya. Ia hadir dengan genre baru, yaitu menggunakan nama-nama binatang dalam setiap tulisannya.

Dalam MMJ (Marmut Merah Jambu) ini berisi 13 kisah. Berikut akan saya beberkan sedikit penggalan yang saya sukai :

Orang yang jatuh cinta diam-diam

“Gue lalu tiduran di kasur gue. Aldi tidutan di kasur sebelah gue. Gue diem, Aldi juga diem. Sesekali Aldi memandang kea rah telpon. Kita seperti ketertarikan batin malam itu, setelah gue dimbak-mbakin dan Aldi dibencongin. Malam itu kta tidut berdampingan seperti dua lelaki yang punya disorientasi jenis kelamin.” (Dika, 2010:12)

Misteri surat cinta ketua OSIS

“Giliran Christoper memegangi surat cinta dengan tangan, dia bersender ke belakang. Lama-lama dia tiduran sambil mengankat surat tersebut ke atas. Lalu dengan sutu gerakan cepat, dia bangkit, dari tidurnya. Dia menjerit,’ah! Ya ampun!’
‘Kenapa? Lo nemu apa?!’ Gue heboh.
‘Apa Chris?’ tanya Wahyu. Melotot.
Christoper menjerit, ‘Gue lupa, gue ada les. Gue cabut duluan!’
Aantiklimaks
‘monyet lo!’ teriak Bayu” (Dika, 2010:32)

Balada sunatan Edgar
“Kamu harus sunat sekaarang, ‘kata nyokap pas gue masi SD. Dia lalu menakut-menakuti, ‘temen Mama ada yang telat sunat pas uda tua dan dia memang harus disunat kampak! Lima jam!’ Gila, pake kampak, lima jam pula. Hal ini menimbulkan salah satu asumsi di antara dua pertanyaan: 1) sea lot aapakah tititnya, atau 2) setumpul apakah kampaknya.” (Dika, 2010:42)

Novel ini merupakan kisah nyata si penulis latar sosial dan budaya yang disampaikan dalam novel ini merupakan latar sosial dan budaya yang ada sebenarnya di sekitar penulis, begitupun dengan penokohan yang ada merupakan gambaran jati diri orang yang sebenarnya hanya ada beberapa yang disamarkan.

Kesimpulannya mendapatkan cinta itu bukan dengan pelet atau dengan datang ke dukun terdekat, tetapi menggunakan hati dan persaan serta menyakinkan bahwa kita itu benar-benar sayang kepandanya yaitu wanita yang kita sukai atau cintai, Allah sudah mengatur jodoh para umatnya makanya kita tidak usah takut tidak kebagian pasangan karena pasangan itu akan datang dengan sendirinya kalau kitanya yang mau berusaha dan berdo’a untuk mendapatkannya. Allah membeci orang-orang yang  menggunkan pelet dan pergi ke dukun untuk mendapatkan pasangannya, seakan-akan kita tidak percaya kepada Allah tidak memberikan jodoh. Yang harus di ingat untuk remaja zaman sekarang adalah mencari wanita atau pacar yang idela itu tidak ada tetapi mengidealkan seorang wanita atau pacar itu baru ada.





















1 komentar:

  1. Best and worst fording escape titanium 2021 - ITNIA
    We are an aftershokz trekz titanium expert camillus titanium on the design, features, and performance of our upcoming bifornia bifornia bifornia bifornia bifornia bifornia micro touch hair trimmer bifornia bifornia bifornia bifornia bifornia implant grade titanium earrings bifornia titanium bolts bifornia bifornia

    BalasHapus