Nama : Ahmad Fauzan
NIM : 2222101740
Kelas : 3D
MMJ (Marmut
Merah Jambu) merupakan buku kelima dari
Raditya Dika Nasution yang akrab dipanggil Radith (lahir di Jakarta, 28
Desember 1984). Buku MMJ (Marmut Merah Jambu) ini bertemakan tentang
pahit manisnya percintaan. Dia menggabungkan cinta dengan komedi dalam
penulisannya. Radith hadir dengan genre baru dan berbeda dari penulis sebelumnya.
Yang membuat dia berbeda adalah dia selalu menggunakan nama binatang pada
setiap novelnya. Kambing Jantan, adalah novel pertamanya dilanjut
dengan Cinta Brontosaurus, Radikus Makan Kakus, Babi
Ngesot.
Radith merupakan sulung dari lima bersaudara, Yuditha,
Ingga-Inggi (kembar), Edgar merupakan adiknya. Radith memasukkan nama mereka ke
dalam buku MMJ-nya sebagai tokoh-tokoh sebagaimana aslinya. Karena MMJ ini
merupakan kisah nyata catatan percintaanya dan sekitarnya. Mengapa dikatakan
demikian, karena pada bagian Pengantar Penulis Radith menuliskan “Oh ya,
beberapa nama di buku ini disamar, tetapi tempatnya semuanya benar.” itu
yang membuat pembaca mengerti bahwa buku MMJ merupakan kisah nyata si
penulisnya apalagi tokoh utama dalam buku ini merupakan penulisnya
sendiri, Radith.
Saya
suka dengan cerpen ini, bacaannya seru banget membuat pembaca tertawa
terbahak-bakah dan lupa akan semuah, isi ceritanya bagus banget membangun
sekali buat pembaca, terutama yang berbau cinta seorang anak remaja yang ingin mendapatkan
wanita pujaan hatinya, apalagi yang sedang jatuh cinta dan yang lagi marahan
sama pasangannya. cerpen ini membuat saya semangat untuk membacanya serta tidak
membuat saya jenuh, pembaca bisa mengambil hikmah percintaan yang pengarang
alami. Isi cerpennya saja menarik banget apalagi flemnya yang belum dibuat.
Mungkin cerpen ini adalah solusi buat para remaja zaman sekarang bagaimana
mengahadapi pasanganya masing-masing dan bagaimana cara seorang remaja yang
ingin mendapatkan seorang wanita pujaanya dengan kegombalan yang baik dan
benar.
Secara garis besar, cerpen ini soal
cinta dan bagaimana memahami apa itu cinta melalui intropeksi kedalam
pengalaman-pengalaman si pengarang, tentu saja dengan gaya komedi. MMJ dimulai
dari kehidupan Radith waktu ia duduk di bangku SMP, ia menuliskan SMP
Tarakanita dalam buku ini yang juga merupakan SMP sebenarnya seorang Raditya
Dika. Dia menceritakan bagaimana dia dan sahabatnya yang mencintai seorang
wanita dengan diam-diam, penceritaan yang disampaikan begitu konyol membuat
pembaca menjadi tertawa geli ketika membaca bagian-bagian yang disampaikan
dengan banyolankhas seorang Raditya Dika, seperti diketahui
sebelumnya Radit dikenal sebagai sosok penulis yang khas dengan komedi,banyolan,
humor yang cablak, sehingga tak heran kalau didalam cerpennya
ini kita akan menemukan ungkapannya yang cablak.
Dalam cerpen ini juga menggunakan latar tempat, lebih
tepatnya daerah Jakarta Selatan sering dituliskan di novel ini seperti Kemang,
Pondok Indah Mall, McD, dan lain sebagainya, dikarenakan tempat tinggal Radith
yang berada di Jakarta Selatan tepatnya di Cikatomas, Kebayoran. Walaupun tempat
tinggal Radith memang tidak disebutkan dalam cerpen ini.
Cerpen MMJ (Marmut Merah Jambu) mengangkat tema
keadaan percintaan remaja yang cukup menarik. Tema percintaan yang kental, yang
berisi gambaran kondisi si pengarang ketika mengalami yang namanya jatuh cinta
yang cukup sulit dirasakan oleh pengarang. semangat pengarang yang sangat kuat
untuk mendapatkan cintanya. Dan alur yang di pakai menggunakan alur maju dan
mundur karena membahas yang sudah pengarang alami. Bahasanya gaul abisss dan
gokil bangeeet benar-benar anak remaja. cerpen
ini mewakili kehidupan remaja zaman sekarang. Kisah ketegaran, kesabaran, dan
kerja keras untuk mendapatkan cinta yang abadi, kemauan kuat dan kesungguhan
untuk berjuang demi wanita yang di cintai.
Karena Radith merupakan remaja jadi gaya penulisannya adalah
bahasa remaja sekarang yang lebih sering disebut dengan bahasa gaul,
begitupun pesan-pesan yang disampaikannya di setiap akhir bagian dari setiap
babnya. Apa yang disampaikan Radith dalam buku MMJ (Marmut Merah
Jambu) merupakan penceritaan kembali tentang apa yang dialami dalam
hidupnya. Radith yang menampilkan watak dirinya apa adanya dalam cerpen ini.
Meskipun bahasa yang digunakan dalam cerpen ini adalah bahasa lisan bukan
bahasa tulisan, Radith mampu menghadirkan inovasi baru dari beberapa
penulisnya. Ia hadir dengan genre baru, yaitu menggunakan nama-nama binatang
dalam setiap tulisannya.
Dalam MMJ (Marmut
Merah Jambu) ini berisi 13 kisah. Berikut akan saya beberkan sedikit
penggalan yang saya sukai :
Orang yang
jatuh cinta diam-diam
“Gue lalu tiduran di kasur gue. Aldi tidutan di kasur
sebelah gue. Gue diem, Aldi juga diem. Sesekali Aldi memandang kea rah telpon.
Kita seperti ketertarikan batin malam itu, setelah gue dimbak-mbakin dan Aldi
dibencongin. Malam itu kta tidut berdampingan seperti dua lelaki yang punya
disorientasi jenis kelamin.” (Dika, 2010:12)
Misteri
surat cinta ketua OSIS
“Giliran Christoper memegangi surat cinta dengan tangan, dia
bersender ke belakang. Lama-lama dia tiduran sambil mengankat surat tersebut ke
atas. Lalu dengan sutu gerakan cepat, dia bangkit, dari tidurnya. Dia
menjerit,’ah! Ya ampun!’
‘Kenapa? Lo nemu apa?!’ Gue heboh.
‘Apa Chris?’ tanya Wahyu. Melotot.
Christoper menjerit, ‘Gue lupa, gue
ada les. Gue cabut duluan!’
Aantiklimaks
‘monyet lo!’ teriak Bayu” (Dika,
2010:32)
Balada
sunatan Edgar
“Kamu harus sunat sekaarang, ‘kata nyokap pas gue masi SD.
Dia lalu menakut-menakuti, ‘temen Mama ada yang telat sunat pas uda tua dan dia
memang harus disunat kampak! Lima jam!’ Gila, pake kampak, lima jam pula. Hal
ini menimbulkan salah satu asumsi di antara dua pertanyaan: 1) sea lot aapakah
tititnya, atau 2) setumpul apakah kampaknya.” (Dika, 2010:42)
Novel ini merupakan kisah nyata si
penulis latar sosial dan budaya yang disampaikan dalam novel ini merupakan
latar sosial dan budaya yang ada sebenarnya di sekitar penulis, begitupun
dengan penokohan yang ada merupakan gambaran jati diri orang yang sebenarnya
hanya ada beberapa yang disamarkan.
Kesimpulannya mendapatkan cinta itu bukan dengan pelet atau
dengan datang ke dukun terdekat, tetapi menggunakan hati dan persaan serta
menyakinkan bahwa kita itu benar-benar sayang kepandanya yaitu wanita yang kita
sukai atau cintai, Allah sudah mengatur jodoh para umatnya makanya kita tidak
usah takut tidak kebagian pasangan karena pasangan itu akan datang dengan
sendirinya kalau kitanya yang mau berusaha dan berdo’a untuk mendapatkannya.
Allah membeci orang-orang yang
menggunkan pelet dan pergi ke dukun untuk mendapatkan pasangannya,
seakan-akan kita tidak percaya kepada Allah tidak memberikan jodoh. Yang harus
di ingat untuk remaja zaman sekarang adalah mencari wanita atau pacar yang
idela itu tidak ada tetapi mengidealkan seorang wanita atau pacar itu baru ada.
Best and worst fording escape titanium 2021 - ITNIA
BalasHapusWe are an aftershokz trekz titanium expert camillus titanium on the design, features, and performance of our upcoming bifornia bifornia bifornia bifornia bifornia bifornia micro touch hair trimmer bifornia bifornia bifornia bifornia bifornia implant grade titanium earrings bifornia titanium bolts bifornia bifornia